Minggu, 23 Februari 2014

LAFADZ USHALLI DAN MENGUSAP MUKA


TENTANG USHOLLI DAN MENGUSAP MUKA
Beberapa situs banyak yang membahas hal ini dari sisi hadits dan berbagai alas an yang mengemuka, mulai dari hadits sayyidina Umar ibn Khaththab sampai hadits bahasan tentang Qurban dan pelaksanaan ibadah haji hingga sunnah sayyidina Hasan ikut terbahas
Namun disini saya tidak akn membahas dari sisi hadits-hadits yang sudah ada, saya akan membahas dari sisi keawaman manusia yang bertaqlid kepada guru-gurunya, yang guru-gurunya bertaqlid pada Syaikhul Mukarram Imam Syafi’I, yang Imam Syafi’I berijtihad melalui Qur-aan, Hadits dan Sunnah Nabi, serta Ijam’ ulama dan Qiyash yang adil…………… dimana kesalahan taqlid saya kalau begitu ?!?!?!?!?!?!?!?!?
Kembali kepada Usholli dan mengusap muka………….
Sebelum kita bahas lebih jauh sebagai orang awam yang tidak memahami Alqur-aan dan mendalami ilmu Hadits, kita samakan dulu pemahaman mengenai shalat
1.       Shalat dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam……
Setuju ????
2.       Kalau anda setuju kita lanjutkan, kalau tidak setuju kita hentikan, silakan berhenti membaca,  karena syari’at kita berbeda, tidak mungkin menerima pola pemikiran dari syari’at yang berbeda.
3.       Hal-hal yang dilakukan sebelum takbiratul ihram apapun kaitannya tidaklah termasuk bagian dari shalat
Setuju……………….?????
4.       Hal-hal setelah salam, baik yang bernilai ibadah atau pun tidak, bukan bagian dari shalat
Setuju ??????
Ketika anda setuju dengan keempat hal di atas maka bagaimana anda akan mengatakan bahwa shalat yang sebelumnya di mulai dengan ushalli adalah terlarang dan mengusap muka adalah haram ????
Bid’ah ? karena rasul tak melakukannya ?
Lalu bagaimana dengan orang yang dating ke mesjid dengan menggunakan mobil, motor dan kendaraan lainnya ??? tidakkah itu bid’ah juga ??? tidakkah itu pun menjadi haram ???
Bagaimana pula dengan orang yang sebelum shalatnya membaca Koran, membaca bulletin dakwah, tidakkah itu pun menjadi bid’ah ??? karena di zaman Rasul tidak ada Koran tidak pula bulletin dakwah.
Lalu bagaimana pula dengan orang yang setelah shalat pulang dengan motornya, memakai sandal jepitnya, menggunakan sepedanya dan lain sebagainya………. ??????  apakah itu bukan bid’ah ??? dhalalah pulakah ???
Mari kita lebih bijaksana, lebih tenang dan menghargai pendapat orang lain.
Terakhir, selama lafadz ushalli yang diucapkan seseorang tidak mengganggu orang lain, jangan anda ributkan……. Karena kami yang mengucapkan ushalli semenjak berdiri di belakang guru-guru kami tak akan pernah meninggalkannya walau anda sampaikan ribuan hadits kepada kami
Juga jangan anda ributkan mengusap muka kami, karena kami tidak pernah mengusap muka orang di samping kami, apalagi muka imam, ……. Ini wajah…. Wajah kami… kami usap dengan tangan kami…. Apa urusannya dengan antum semua
Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thariq
Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar